16 Mar 2009

tiba - tiba

Seketika terasa darah tersirap naik ke kepala
Ketika tiba-tiba muncul siluet wajah itu
Yang masih jelas sekian tahun yang lalu

Ingatan bergerak mundur
Tentang sesuatu di belakang semua yang telah berubah
Tanpa ada yang perlu disesali
Walau ada yang terlewatkan
Seperti kata yang tak sempat terkatakan
Tak ubahnya ombak yang tak pernah bisa menggenangi gunung pasir yang
berkilau di tepian
Dia memang tak akan pernah tahu
Karena tak mungkin bisa menggantikan apa yang dia genggam sekarang


Seperti ada yang berdesir di dalam saat menatap senyum itu
Tidak ada yang berubah dan tersesalkan
Yang berjalan hanyalah waktu
Dan yang berubah itu adalah hidup
Lantas untuk apa meratap
Jika senyum dapat merangkum semuanya dengan indah?


...

2 comment:

Quinie mengatakan...

mba, capa tuch...?! mantan yah?

Emee mengatakan...

@quinie: mantan???
hohoho.. hunny, every word on my blog not just about me. i wrote about everything, everyone.

aku lagi suka membaca pikiran orang dan berkhayal masuk ke dalam hatinya dan berlagak tahu, berimaji dan improvisasi dikit, and i wrote it! seru!

Posting Komentar